Rabu, 31 Oktober 2012

Sekolah Sabat Power Point Gratis

Pelajaran Sekolah Sabat dalam format Power Point dapat didownload gratis yang disusun oleh Putra Sabbath Sinaga. 

Pelajaran          : 5
Judul                : Bertumbuh Dalam Kristus
Download        : Klik Disini

 

RENUNGAN: SEBUAH PERINTAH ILAHI

 Lukas 21:36- “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa” .
 
       Dalam bahasa khidmat Kitab Suci ini, satu tugas ditujukan untuk diterapkan semua orang dalam kehidupan sehari-hari, baik tua maupun muda. Inilah tugas untuk berjaga-jaga, dan nasib kita untuk masa kekal tergantung pada kesetiaan kita di sini.
        Kita hidup di masa yang genting. Ketika di tahun 1844 pekabaran diproklamirkan, “Takutlah kepada Allah, dan berikan kemuliaan bagi-Nya; karena waktu penghakiman-Nya sudah tiba,” pengumuman itu menggugah setiap jiwa sampai jauh ke dalam batinnya. Satu kesungguh-sungguhan hinggap ke atas semua orang yang mendengarnya. Betapa sungguh-sungguhnya kita dulu memperlihatkan iman oleh perbuatan-perbuatan kita dan memiliki perkataan dan tindakan yang memberi kesan menyenangkan di dunia.
        Kini para malaikat sedang menyaksikan perkembangan karakter, dan segera kehidupan kita akan diperiksa di hadapan Allah. Segera kita akan ditimbang di tempat kudus, dan akan dicatat penghakiman yang diberikan atas nama kita. Dan kita akan menerima anugerah karunia kehidupan kekal atau dihukum dengan kehancuran kekal dari hadapan Tuhan. Kita mungkin tidak bersedia memeriksa diri kita sendiri dari dekat sekarang untuk melihat bagaimana kondisi kerohanian kita dan apakah hati kita dengan benar teruji oleh pekabaran kebenaran; tetapi itu tidak akan membuat perbedaan apapun dengan pekerjaan penghakiman. Keputusannya akan diberikan sama saja.
        “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa.” Ada kebutuhan besar untuk berjaga-jaga, bukan hanya demi kepentingan kita saja, tetapi juga demi pengaruh kita kepada orang lain. Pengaruh kita itu menjangkau luas. Kita mungkin mengira itu terbatas di rumah tangga kita sendiri; bahwa hanya anggota keluarga kita sendiri yang mengetahui siapa kita dan apa yang sedang kita lakukan. Dalam beberapa kasus ini kelihatannya benar; namun dalam beberapa hal pengaruh kehidupan di rumah terasa jauh melampaui lingkungan rumah.
         Jika kita ingin turut serta dalam pahala agung yang dijanjikan bagi para pemenang, maka kita harus menjalankan pertandingan iman yang baik. Inilah yang dilakukan rasul Paulus, dan ia berkata, “Selanjutnya, akan ada mahkota kebenaran tersedia bagiku, yang akan diberikan oleh Tuhan, hakim yang benar pada hari itu.” Biarlah kita turut dalam bilangan mereka yang “kaya dalam perbuatan baik,” “membangun satu fondasi yang baik untuk waktu yang akan datang, agar mereka dapat memperoleh kehidupan kekal.”

Senin, 29 Oktober 2012

RENUNGAN: SUDAH DEKAT KESUDAHANNYA

Daniel 12:1 - “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael,... dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu” .
 
       Masa-masa kesesakan ada  di hadapan kita. Penggenapan tanda-tanda masa memberikan bukti bahwa hari Tuhan sudah dekat sekali. Koran-koran harian penuh dengan indikasi-indikasi satu konflik mengerikan di masa mendatang. Perampokan yang berani sering sekali terjadi. Serangan-serangan sudah biasa. Pencuri-pencuri dan pembunuh-pembunuh merajalela di mana-mana. Semua hal ini memberi kesaksian bahwa kedatangan Kristus sudah dekat sekali.
            Ruang-ruang pengadilan penuh suap. Para penguasa dikuasai oleh keinginan untuk keuntungan dan cinta akan kesenangan hawa nafsu. Sikap tak berpantang telah meredupkan kecakapan banyak orang, jadi Setan hampir mendapatkan kendali penuh atas diri mereka. Para ahli hukum disesatkan, disuap, diperdaya. Mabuk-mabukan dan kegaduhan, hawa nafsu, iri hati, segala macam ketidakjujuran, ada di tengah mereka yang melaksanakan hukum. “Peradilan tak terjangkau; karena kebenaran jatuh di jalanan, dan keadilan tidak bisa masuk.” Orang-orang berebut dalam persaingan mendapatkan keuntungan dan kesenangan diri seolah tidak ada Allah, tidak ada surga.
        “Masa kesesakan, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya,” segera terbuka bagi kita, dan kita akan memerlukan satu pengalaman, di mana banyak orang malas mencarinya. Seringkali yang terjadi adalah bahwa masalahnya lebih besar dalam sangkaan daripada kenyataannya, tetapi ini tidak benar dengan krisis yang ada di hadapan kita. Dalam pencobaan itu semua orang harus berdiri bagi diri sendiri di hadapan Allah.
         Sekarang, sementara Imam Besar agung kita sedang melakukan penebusan salah bagi kita, maka kita harus berusaha menjadi sempurna di dalam Kristus. Bahkan tidak terlintas dalam pikiran Juruselamat kita untuk menyerah pada kuasa godaan. Setan menemukan dalam hati manusia beberapa titik di mana ia bisa mendapatkan tempat berpijak; beberapa keinginan dosa dipelihara, dengan cara-cara di mana godaannya bisa bertambah kuat. Tetapi Kristus berkata tentang diri-Nya, “Raja dunia ini telah datang, dan tidak mendapat tempat mana pun dalam diri-Ku. ” Setan tidak bisa menemukan apa pun dalam diri Anak Allah yang akan menyanggupkan dia meraih kemenangan. Ia telah memelihara hukum Bapa-Nya, dan tidak ada dosa di dalam Dia yang bisa dimanfaatkan Setan. Inilah kondisi di mana mereka harus didapati berdiri di masa kesesakan itu.

Minggu, 28 Oktober 2012

RENUNGAN: PERSIAPAN AKHIR

Matius 24:44 - “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” .
 
       Bagi kita telah diberikan pesan kedatangan Kristus yang segera akan terjadi. Saat kenaikan Tuhan kita, para malaikat berdiri di sebelah murid-murid dan bersama mereka menyaksikan Juruselamat saat Ia naik ke surga. Kemudian mereka berpaling kepada murid-murid dengan perkataan, “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga”.
        Hanya oleh pakaian yang Kristus sediakan dapat membuat kita layak tampil di hadirat Allah. Pakaian ini, jubah kebenaran-Nya sendiri, akan dikenakan Kristus pada setiap jiwa yang bertobat, yang percaya.
        Jubah ini, yang ditenun dengan perkakas surga, tidak mengandung satu pun benang buatan manusia. Kristus dalam kemanusiaan-Nya membentuk karakter sempurna, dan karakter ini Ia tawarkan untuk ditanamkan pada diri kita. “Semua kebenaran kita seperti kain kotor.” Segala sesuatu yang kita sendiri bisa lakukan dinodai oleh dosa.
          Oleh penurutan-Nya yang sempurna, Ia telah membuat semua manusia mampu menuruti hukum Allah. Ketika kita menyerahkan diri sendiri kepada Kristus, hati bersatu dengan hati-Nya; kehendak dipersatukan dengan kehendak-Nya; pikiran menjadi satu dengan pikiran-Nya; pemikiran tertuju kepada Dia; kita menjalani kehidupan-Nya. Inilah artinya berpakaian jubbah kebenaran-Nya. Lalu, saat Tuhan memandang kita, Ia melihat, bukan pakaian daun ara, bukan ketelanjangan dan kecacatan dosa, tetapi jubah kebenaran-Nya sendiri, yang merupakan penurutan sempurna kepada hukum Yehovah.
        Tidak akan ada masa pencobaan kedua untuk bersiap bagi kekekalan. Di dalam kehidupan inilah kita harus mengenakan jubah kebenaran Kristus. Ini adalah satu-satunya kesempatan kita untuk membentuk karakter-karakter bagi tempat tinggal yang telah disediakan Kristus bagi mereka yang menuruti perintah- perintah-Nya.
         Hari-hari masa pencobaan kita akan cepat berakhir. Kesudahannya sudah dekat. Dengan khidmat, turunlah kepada kita perkataan peringatan Tuhan kita dari Bukit Zaitun selama berabad-abad, “Waspadalah, harinya akan datang tanpa diketahui.”. “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Jumat, 26 Oktober 2012

RENUNGAN: SPIRITISME DAN KESUDAHANNYA

Wahyu 16:14 - “Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia” .
 
       Kuasa besar yang menyertai spiritualisme berasal dari pemberontak besar, Setan, raja para iblis. Melalui kelihaiannyalah para malaikat jahat mampu mengubah diri menjadi orang yang sudah mati, dan melalui kepura-puraan mereka menuntun manusia bersekutu dengan para iblis. Mereka yang bersekutu dengan yang dianggap roh orang mati sedang bersekutu dengan mereka yang akan memiliki kuasa jahat, yang merendahkan pikiran. Kristus memerintahkan agar kita tidak bersekutu dengan tukang-tukang sihir dan dengan mereka yang mengenal roh-roh.
        Selama bertahun-tahun spiritualisme bertambah dalam kekuatan dan memperoleh popularitas dengan menganjurkan semacam iman kepercayaan kepada Kristus, dan dengan demikian banyak Protestan jadi tergila-gila dengan misteri perbuatan salah ini. Tidak terlalu mengherankan kalau mereka terperdaya saat mereka dengan keras hati mempertahankan kekeliruan bahwa, segera setelah napas terambil dari tubuh, maka roh segera melayang ke surga atau ke neraka. Dengan mempercayai doktrin ini, jalan disediakan bagi pekerjaan tipuan dari raja kegelapan di udara.
        Bilamana Roh Allah ditarik dari bumi, kuasa Setan akan semakin terlihat. Pengetahuan yang dimilikinya melalui hubungan dengan Allah sebagai kerub penutup, sekarang ia akan gunakan untuk menekan korban-korbannya yang telah jatuh dari kedudukannya yang tinggi. Ia akan menggunakan segenap kekuatan kecerdasannya untuk salah menggambarkan Allah dan menghasut satu pemberontakan terhadap Yesus Kristus, Panglima surga. Di rumah penyembahan Setan, ia memerintah dan berkuasa atas orang-orang yang dapat ia gunakan menggiatkan penyembahannya. Bukan suatu hal yang aneh menemukan satu kehalusan budi bahasa dan satu pertunjukan kebesaran intelektual dalam kehidupan dan karakter orang-orang yang terilhami oleh para malaikat jahat. Setan dalam menanamkan pengetahuan ilmiah dan memberikan bab-bab filosofi kepada orang-orang. Ia mengetahui sejarah dan syair hikmat duniawi.
         Setan akan menggunakan para perwakilannya untuk menjalankan muslihat kejamnya untuk memberdayakan orang-orang kudus Allah... namun umat Allah dapat memandang dengan tenang pada seluruh rencana jahat itu dan maju untuk memperoleh kesimpulan penuh kemenangan bahwa karena Kristus hidup, maka kita juga akan hidup. Persekongkolan jahat pada akhirnya akan dihancurkan.

Kamis, 25 Oktober 2012

RENUNGAN: TIPU DAYA DI AKHIR ZAMAN

 1 Timotius 4:1 - “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan”.
 
       Sebelum perkembangan akhir dari pekerjaan kemurtadan akan ada kekacauan iman. Tidak akan ada pemikiran jernih dan jelas tentang misteri Allah. Satu persatu kebenaran akan dinodai. Akan ada banyak orang yang menyangkal keberadaan Kristus dan oleh sebab itu menyangkal Keilahian-Nya; mereka tidak menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi. Ini adalah penyangkalan total kepada Kristus. Ia adalah Anak Allah yang tunggal, yang satu dengan Bapa dari sejak permulaan. Oleh-Nya dunia dijadikan.
        Dalam menyangkal perwujudan Kristus yang penuh mukjizat, banyak yang berpaling dari kebenaran-kebenaran yang berasal dari surga dan menerima dongeng buatan Setan. Mereka kehilangan ketajaman rohani dan mempraktikkan apa yang dihadapkan dan dikesankan kepada mereka oleh perwakilan Setan.
        Spiritualisme akan menjerat dunia. Ada banyak orang yang berpikir bahwa spiritualisme itu ditegakkan melalui tipu daya dan muslihat; namun ini jauh dari kebenaran. Kuasa yang melebihi manusia sedang bekerja dalam cara yang beraneka ragam, dan sedikit orang yang mengetahui apa yang akan menjadi pertunjukan spiritualisme di masa mendatang. Fondasi bagi keberhasilan spiritualisme telah diletakkan dalam penegasan yang telah dibuat dari mimbar-mimbar di negeri kita. Para pendeta telah menyatakan, sebagai doktrin-dokrin Alkitab, kepalsuan-kepalsuan yang berasal dari si raja pendusta. Doktrin tentang kesadaran setelah kematian, tentang roh-roh orang mati bersatu dengan makhluk hidup, tidak memiliki dasar dalam Kitab Suci, namun teori ini ditegaskan sebagai kebenaran. Melalui doktrin palsu ini jalan telah dibuka bagi roh-roh jahat untuk menipu orang dalam menggambarkan diri mereka sendiri sebagai orang mati. Para perwakilan Setan menyamar jadi orang mati dan dengan demikian menjerat jiwa-jiwa.
        Tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban spiritualisme akan menjadi semakin dinyatakan sementara dunia yang mengaku Kristen menolak kebenaran Firman Allah yang dengan jelas dinyatakan dan menolak untuk dituntun oleh “Demikian Firman Tuhan,” yang jelas, sebagai gantinya menerima doktrindoktrin dan perintah manusia.
         Tuhan berkata: “Kuduskan Tuhan alam semesta saja; dan takutlah akan Dia, dan biarlah engkau gentar kepada-Nya. Dan Ia akan menjadi tempat perlindungan.

Rabu, 24 Oktober 2012

Sekolah Sabat Power Point

Sekolah Sabat Power Point Triwulan IV 2012
Pelajaran   :  Sabat ke 4 
Judul         : Keselamatan: Solusi Satu-satunya 
Oleh         : Putra Sabat Sinaga
Download

Selasa, 23 Oktober 2012

RENUNGAN: BUAH-BUAH PENTAKOSTA


Kisah Para Rasul 4:13 - “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes... mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus” .
 
       Setelah penyaliban Kristus, murid-murid adalah kelompok yang tak berdaya dan berkecil hati-sebagaimana domba tanpa seorang gembala. Tuhan mereka telah ditolak, dihukum, dan dipaku di salib yang memalukan. Dengan penuh cemoohan para penguasa dan imam Yahudi menyatakan, “Ia menyelamatkan orang lain; namun diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan.”.
        Tetapi salib itu, alat aib dan siksaan, membawa pengharapan dan keselamatan kepada dunia. Murid-murid berkumpul kembali; keadaan mereka yang tanpa pengharapan dan tak berdaya sudah lenyap. Mereka berubah dalam karakter, dan bersatu dalam ikatan kasih Kristen. Mereka hanyalah orang-orang bersahaja, tanpa kekayaan dan tanpa senjata kecuali Firman dan Roh Allah, yang dianggap oleh orang-orang Yahudi hanyalah para nelayan. Namun dalam kekuatan Kristus mereka maju bersaksi bagi kebenaran dan memenangkan segala pertentangan. Berpakaikan perlengkapan Ilahi, mereka maju untuk menceritakan kisah ajaib tentang palungan dan salib. Dari bibir mereka keluar perkataan fasih Ilahi yang menggoncang dunia.
        Mereka yang telah menolak dan menyalibkan Juruselamat berharap melihat murid-murid berkecil hati dan jatuh, siap memungkiri Tuhan mereka. Mereka mendengar dengan kagum, kesaksian yang jelas dan berani dari para rasul itu yang diberikan di bawah kuasa Roh Kudus. Murid-murid bekerja dan berbicara sebagaimana Tuhan mereka telah bekerja dan berbicara, dan semua yang mendengar mereka berkata, “Mereka selama ini bersama dengan Yesus, dan belajar dari Dia.”
        Saat murid-murid pergi mengabarkan Yesus di mana-mana, mereka melakukan banyak hal yang tidak disetujui oleh para penguasa Yahudi. Orang-orang membawa yang sakit dan yang dirasuk oleh roh jahat ke jalan-jalan; orang banyak berkumpul mengelilingi mereka, dan mereka yang telah disembuhkan menyerukan pujian kepada Allah dan memuliakan nama-Nya yang telah dihukum orang-orang Yahudi, dimahkotai dengan duri, serta disiksa dan disalibkan. Yesus sekarang dipuji melebihi imam dan penguasa, dan ada bahaya bahwa doktrin-doktrin para rabi itu akan diremehkan, karena para rasul bahkan menyatakan bahwa Kristus telah bangkit dari kematian.
         “Setiap hari di bait suci, dan di setiap rumah, mereka tidak henti-hentinya mengajar dan mengabarkan tentang Yesus Kristus.” “Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”

RENUNGAN: DOA MEMINTA ROH ALLAH

Lukas 11:13 - “Apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya” .
 
       Janji Roh Kudus adalah pengharapan paling cerah dan penghiburan paling kuat yang Kristus bisa tinggalkan bagi murid-murid-Nya ketika Ia naik ke surga. Kebenaran-kebenaran Firman Allah telah tertanam di bawah sampah salah tafsir; adat kebiasaan manusia, perkataan makhluk fana, telah ditinggikan di atas Firman Allah yang hidup. Di bawah kuasa pencerahan Roh Kudus, rasul-rasul itu memisahkan kebenaran dari teori-teori palsu dan memberikan Firman kehidupan kepada orang banyak.
        Roh Allah telah mengilhami para hamba-Nya, yang tanpa gentar menyatakan kebenaran-kebenaran yang telah dipercayakan kepada mereka. Dan di bawah pertunjukan kuasa Roh orang-orang Yahudi tak dapat mengelakkan kesalahan mereka dalam menolak bukti-bukti yang diberikan Allah. Tetapi mereka tidak mau meninggalkan perlawanan jahat mereka.
        Kita perlu mendoakan pemberian Roh Ilahi sebagai obat bagi jiwa-jiwa yang sakit karena dosa. Kebenaran-kebenaran awal dari wahyu, dibuat jelas dan mudah untuk dipahami, diterima oleh banyak orang sebagai yang melengkapi segala hal yang penting; tetapi oleh Roh Kudus, yang bekerja pada pikiran, membangkitkan satu keinginan yang bersungguh-sungguh bagi kebenaran yang tak dinodai oleh kesalahan. Mereka yang benar-benar ingin mengetahui apa itu kebenaran tidak bisa tetap dalam keadaan tidak tahu; karena kebenaran indah menjadi upah bagi pencari yang tekun. Kita perlu merasakan kuasa kasih karunia Allah yang menobatkan, dan saya mendesak semua orang yang telah menutup hatinya kepada Roh Allah untuk membuka pintu, dan memohon dengan sungguh-sungguh, Tinggallah di dalam diriku.
         Tuhan menginginkan semua anak-anak-Nya kaya dalam iman, dan iman ini adalah hasil dari pekerjaan Roh Kudus pada pikiran. Ia akan tinggal di dalam setiap jiwa yang menerimanya. Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan satu jiwa yang mencari Yesus tanpa bantuan.  Ia membawa perkara-perkara Kristus dan memperlihatkan pada si pencari. Dan jika mata ditujukan kepada Yesus, pekerjaan Roh tidak berhenti sampai jiwa itu disamakan dengan gambar-Nya. Melalui pengaruh Roh yang penuh kemurahan, orang-orang berdosa diubahkan dalam roh dan tujuan, sampai mereka menjadi satu dengan Kristus. Kasih sayang mereka bagi Allah bertambah-tambah; mereka lapar dan haus akan kebenaran, dan dengan memandang Kristus mereka diubahkan semakin mulia, tabiat semakin suci, dan menjadi semakin seperti Tuhan mereka.

Minggu, 21 Oktober 2012

RENUNGAN: PENTAKOSTA

Kisah Para Rasul 2: 1-4 - “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.... Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus”.
 
      Selama perayaan Yahudi itu, pengaruh Roh Allah telah terlihat dalam cara yang mencolok, tetapi tidak lengkap. Selama bertahun-tahun doa-doa telah dipanjatkan meminta kegenapan janji Allah untuk memberikan Roh-Nya, dan tidak satu pun dari permohonan yang bersungguh-sungguh ini dilupakan.
        Kristus bertekad bahwa ketika Ia naik dari bumi ini Ia akan mencurahkan satu karunia kepada mereka yang telah mempercayai Dia dan mereka yang harus percaya pada-Nya. Karunia apakah yang cukup besar dan semarak untuk mengisyaratkan dan menyemarakkan kenaikan-Nya ke takhta pengantaraan? Pastilah layak bagi kebesaran-Nya dan kerajaan-Nya. Ia memutuskan untuk memberikan perwakilan-Nya, Oknum ketiga dari Keallahan. Karunia inilah yang tertinggi.
        Roh telah menantikan penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Kristus. Selama sepuluh hari murid-murid memanjatkan permohonan mereka untuk pencurahan Roh, dan Kristus di surga menambahkan perantaraan-Nya.
        Roh diberikan sebagaimana telah dijanjikan Kristus, dan seperti angin badai yang kencang jatuh ke atas kumpulan itu, mengisi seisi rumah. Ia datang dengan kepenuhan dan kuasa, seolah selama berabad-abad tertahan.
        Pada hari Pentakosta, kesaksian Kristus menyatakan kebenaran, memberitahu kepada orang-orang lain berita keselamatan ajaib melalui Kristus. Dan seperti pedang bermata dua yang menyala-nyala, kebenaran memancarkan keyakinan ke dalam hati manusia. Orang-orang dibawa dalam kendali Kristus. Kabar baik itu dibawa ke seluruh pelosok dunia. Gereja menyaksikan orang-orang yang bertobat berdatangan dari segala penjuru. Mezbah salib, yang menyucikan karunia itu, dibangun kembali. Orang-orang percaya ditobatkan kembali. Orang-orang berdosa bersatu dengan orang-orang Kristen dalam mencari permata berharga itu. Nubuatan digenapi: yang lemah “akan menjadi seperti Daud,” dan Daud “seperti malaikat Tuhan.” Setiap orang Kristen melihat kesamaan ilahi dalam kebajikan dan kasih dalam diri saudaranya. Satu minat berlaku. Satu sasaran menelan semua yang lainnya. Setiap denyutan nadi ada dalam nada yang indah. Ambisi satu-satunya dari orang-orang percaya itu adalah melihat siapa yang bisa menyatakan dengan paling sempurna keserupaan karakter Kristus, siapa yang dapat melakukan yang terbaik bagi perluasan kerajaan-Nya. Roh Kristus menghidupkan seluruh jemaat, karena mereka telah menemukan permata berharga itu.